
KENDARI – Wakil Ketua Umum Dewan Pimpinan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Kolaka, H. Syaifuddin Mustaming mengingatkan pentingnya Mu’ahadah, Muraqabah, Muhasabah dan Mujahadah. Hal ini disampaikan saat membawakan tausiyah pada acara istighosah dan doa bersama di Pondok Pesantren Ummusshabri Kendari, Ahad (28/12/2025).
Ustadz Syaifuddin Mustaming mengajak seluruh jemaah secara tulus mendoakan dan mewujudkan kepedulian terhadap saudara sebangsa setanah air, khususnya di sejumlah wilayah di Nusantara yang tertimpa musibah di Aceh dan Sumatera.
Wakil Ketua Umum MUI Kabupaten Kolaka ini juga mengingatkan, sebagai hamba Allah, patut bahkan mutlak untuk senantiasa mewujudkan ketaatan penghambaan kepada Sang Maha Pencipta sembari berikhtiar maksimal meninggalkan dan menjauhkan diri dari hal-hal maksiat yang dilarang-Nya.
“Terkait hal itu, maka sepatutnya kita selalu merenungkan, menghayati dan mengamalkan hal-hal sebagai berikut: Pertama adalah Mu’ahadah yaitu Perjanjian kita kepada Allah yang telah diikrarkan secara ruhani sebelum kita terlahir di dunia,” ujar Ustadz Pudo panggilan akrab Syaifuddin Mustaming.
Perjanjian ini, lanjut dia, berkaitan dengan sumpah setiap hamba untuk mewujudkan pengabdian kepada Allah.
“Kedua adalah Muraqabah, yakni keyakinan bahwa kita selalu yakin dalam pengawasan Allah sehingga hal ini menjadi motivasi dalam beribadah sekaligus perisai untuk menghindari pelanggaran, dosa dan maksiat'”, urai Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kabipaten Kolaka ini.
Ketiga Muhasabah, yaitu introspeksi diri atau evaluasi terhadap segala amal shaleh atau kebaikan serta kelalaian ataupun dosa yang telah dikerjakan.
“Selanjutnya yang keempat adalah Mujahadah atau bersungguh-sungguh mengaktualisasikan tugas dan peran penghambaan atau pengabdian kepada Allah sembari menjaga hubungan yang baik bahkan memberi manfaat dengan sesama manusia dan terhadap makhluk Allah lainnya,” kata Pudo.
Acara Istighosah dan Doa Bersama yang digelar Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Tingkat I Pengajian Al-Hidayah Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) bekerja sama Lembaga Seni Qasidah Indonesia Nusantara Jaya (LASQI NJ) Provinsi Sultra, Merajut Doa untuk Indonesiaku yang bertajuk “Bersatu dalam Doa, Bergerak Peduli Sumatera dan Aceh”.
Kegiatan ini dihadir Ketua DPD Tingkat I Pengajian Al-Hidayah Sultra Hj. Masyhura Ilah Ladamay bersama jajaran, Pimpinan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Sultra H. Arsidik Asuru, Sekretaris LASQI Nusantara Jaya Sultra H. Zainuddin MZ bersama sejumlah pengurus, Ketua Yayasan Ummusshabri Kendari H. Supriyanto, Ketua Pengurus Wilayah Muslimat Nahdlatul Ulama Sultra Hj. Suhaena, Ketua Asosiasi Guru Pendidikan Agama Islam Indonesia (AGPAII) Sultra bersama sejumlah Pengurus, MGMP dan KKG PAI serta ratusan pengurus dan anggota Majelis Taklim se Kota Kendari. (*)








