Bupati Kolaka Kucurkan 3 Milyar tuk Program Peduli Ponpes dan Rumah Ibadah

Berita, Sosial10 views
banner 950x250
Bupati Kolaka H Amri Djamaluddin didampingi Ketua DPRD Kolaka dan Waketum MUI Kolaka H. Syaifuddin Mustaming menyerahkan bantuan Ponpes

KOLAKA, MUIKolaka- Bupati Kolaka yang juga Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Kolaka, H. Amri Djamaluddin mengucurkan anggaran sebesar Rp 3 miliar untuk program peduli Pondok Pesantren (Ponpes) dan rumah ibadah.

Pengucuran dana ini merupakan bagian dari program prioritas dalam bidang agama dan budaya pasangan Amri Djamaluddin-Husmaluddin (Beramal), dalam mewujdukan visi Kabupaten Kolaka yang Berkeadilan, Maju, dan Unggul, sehingga bisa dirasakan masyarakat Bumi Mekongga.

“Tahun ini kami menyalurkan bantuan Rp 3 miliar, terdiri dari Rp 1 miliar untuk bantuan sarana dan prasarana pesantren, dan Rp 2 miliar untuk bantuan sarana prasarana rumah Ibadah, baik masjid, gereja, maupun pura,” kata Kabag Kesra Pemkab Kolaka, H. Syaifuddin Mustaming, Rabu (9/9/2026).

Menurut Wakil Ketua Umum MUI Kabupaten Kolaka ini, Rp 1 milyar bantuan disalurkan pada 10 Ponpes, dimana setiap Ponpes mendapat Rp 100 juta. Program bantuan sarana dan prasarana Ponpes dan rumah ibadah telah berjalan sejak tahun 2025, dan setiap tahun ditingkatkan.

“Bahkan mulai Oktober 2025 hingga saat ini, Pemda Kolaka mengalokasikan anggaran dan membayarkan biaya listrik bagi pondok pesantren dan rumah ibadah. Ini telah diperkuat melalui Peraturan Bupati Kolaka,” ungkapnya.

Ustadz Pudo panggil akrab Syaifuddin Mustaming berharap pada APBD Perubahan nanti ada tambahan anggaran, sehingga bantuan bisa menjangkau lebih banyak pesantren. Adapun bantuan untuk rumah ibadah diberikan secara bertahap dan nilainya variatif sesuai kebutuhan. Bantuan diprioritaskan untuk rumah ibadah yang sangat membutuhkan, termasuk yang menjadi lokasi Safari Ramadan, serta usulan hasil Musrenbang yang sudah ditindaklanjuti dengan survei kelayakan.

“Saat ini sudah 30 rumah ibadah yang kami input dan dinyatakan layak untuk menerima bantuan, terdiri atas masjid, gereja dan pura,” katanya.

Selain bantuan sarana prasarana, Pemda Kolaka juga memberikan insentif bagi imam dan marbot/muadzin masjid, muballigh, pembina Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ), pendeta, pinandita, pasraman dan guru sekolah minggu sebagai bentuk perhatian sekaligus penghargaan kepada pelayan keagamaan. Bahkan, bantuan juga diberikan kepada empat petugas penyelenggara jenazah di setiap desa dan kelurahan, dengan jumlah penerima mencapai 540 orang.

Pemkab Kolaka juga meluncurkan program beasiswa bagi santri Tahfiz Al-Qur’an sejak 2025. Tercatat, 194 santri dari berbagai pesantren di Kolaka menerima beasiswa, meliputi uang pangkal dan uang makan per bulan.

“Untuk tahap awal, pembiayaan beasiswa target 3 tahun mulai tahun pembelajaran 2025. Kita berharap di tahun 2027 mereka sudah hafal 30 juz,” harapnya.

Ustaz Pudo menambahkan, program ini merupakan bentuk kehadiran pemerintah dalam seluruh lini kehidupan masyarakat. Pemerintah hadir bagi masyarakatnya, mulai dari lahir sampai meninggal. Salah satu wujudnya adalah hadir dalam kehidupan keagamaan. Minimal melalui peningkatan sarana prasarana rumah ibadah dan perhatian kepada para pelayan agama. (*)

Tinggalkan Balasan