MAKASSAR, MUIKolaka- Wakil Sekretaris Pimpinan Daerah Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Kolaka yang juga Rektor Institut Kesehatan dan Teknologi Bisnis Menara Bunda Kolaka, Dr. Masri Damang,SEI,MA meraih gelar doktor, setelah menjalani ujian promosi doktor di Program Pascasarjana Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar, Rabu (28/1/2026).
Masri Damang menyelesaikan studi pada Program Studi Dirasah Islamiyah dengan konsentrasi Ekonomi Syariah. Dalam ujian terbuka tersebut, ia mempertahankan disertasi berjudul Pengaruh Islamic Work Value, Shariah Compliance, dan Institutional Leadership terhadap Islamic Philanthropy Governance dengan Tradisi Sangga-Sanggai Ulutumu Pekiki Inesamba sebagai Variabel Moderasi pada Lembaga Filantropi Islam Kolaka Sulawesi Tenggara.
Tim penguji dipimpin langsung Wakil Direktur PPs UIN Alauddin Makassar Prof. Dr. Hasyim Haddade, M.Ag, melibatkan unsur penguji internal serta eksternal, termasuk promotor dan kopromotor.
Dalam hasil penelitiannya, Putra kelahiran Pomalaa tahun 1982 ini menyimpulkan bahwa Islamic Work Value berpengaruh positif dan signifikan terhadap tata kelola filantropi Islam. Nilai kerja Islam yang menekankan amanah, integritas, dan prinsip stewardship dinilai mampu meningkatkan profesionalisme serta memperkuat akuntabilitas pengelolaan lembaga filantropi.
Selain itu, suami dari Suryani,SKM,M.Kes ini menjelaskan bahwa kepatuhan syariah juga terbukti berpengaruh positif dan signifikan terhadap Islamic Philanthropy Governance. Semakin tinggi tingkat kepatuhan pengelola lembaga filantropi terhadap prinsip-prinsip syariah, semakin baik pula kualitas tata kelola, transparansi, dan akuntabilitas yang diterapkan.
Penelitian ini juga menunjukkan bahwa kepemimpinan institusional memiliki pengaruh positif terhadap tata kelola filantropi Islam. Kepemimpinan yang amanah, berintegritas, dan visioner dinilai mampu mendorong sinergi kerja dan memperkuat kinerja lembaga dalam menjalankan fungsi sosialnya.
Sementara itu, Tradisi Sangga Sanggae Olutumu Pekiki Inesamba sebagai bentuk kearifan lokal terbukti memperkuat pengaruh Islamic Work Value dan Shariah Compliance terhadap tata kelola filantropi Islam. Namun, tradisi tersebut justru melemahkan pengaruh kepemimpinan institusional, sehingga menunjukkan bahwa nilai budaya tidak selalu sejalan dalam memperkuat karakter kepemimpinan formal lembaga.
“Implikasi penelitian ini meningkatkan peranan local wisdom sangga sangai olutumu pekiki inesamba terintegrasi nilai stewardship dan penerapan syariah interprice teori baik pada etika kerja, kepatuhan syariah maupun kepemimpinan institusi dalam tata Kelola filantropi Islam di Kolaka,” kata Pimpinan Ponpes Tahfidz Nurul Fadya Ilahi Kolakaasi ini.

