MUI Sultra Gelar Pelatihan Jurnalistik, Harap Konten Dakwah Jadi Viral

Berita31 views
banner 950x250

KENDARI, MUIKolaka – Komisi Informasi dan Komunikasi (Kominfo) Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) menggelar pelatihan jurnalistik yang fokus pada pembuatan konten dakwah. Pelatihan ini berharap konten dakwah bisa menjadi viral di media sosial.

Pelatihan jurnalistik yang diikuti 50 peserta dari Organisasi Masyarakat (Ormas) Islam dan Mahasiswa, digelar Kamis (29/01/2026) di Aula Graha Pena Kendari.

Ketua Panitia, Dr. Arzal Tahir mengatakan, perkembangan teknologi informasi sangat pesat, sehingga dunia dakwah telah mengalami pergeseran signifikan dari platform konvensional seperti mimbar, kini melalui perangkat digital, sehingga hampir setiap orang memiliki kesempatan untuk menjadi penyampai dakwah.

Namun kekwatiran saat ini konten yang mendominasi ruang publik di media sosial lebih banyak bersifat non-religi. Karena itu, perlu pemahaman bersama dalam menggunakan media sosial yang baik dan benar secara positif. Atas dasar itu, MUI Sultra mengambil peran memberikan pemahaman Jurnalistik terhadap organisasi masyarakat, pemuda dan mahasiswa.

“Melalui pelatihan ini, kami menghadirkan narasumber ahli dalam meramu informasi agar konten dakwah bisa menjadi viral, bahkan lebih viral daripada konten yang tidak sesuai dengan nilai agama,” kata Dr. Arsal.

Arsal berharap peserta yang ikut pelatihan bisa ini, menjadi pelopor bermedia sosial yang baik dan benar, sehingga mendistribusikan materi dakwah secara visual dapat mengedukasi masyarakat Sultra.

Sementara itu, Ketua MUI Sultra yang diwakili Ketua Komisi Infokom, Drs.KH. Arzidik Asuru mengatakan bahwa perkembangan teknologi yang pesat perlu adanya transformasi metode penyampaian dakwah yang relevan. Ajaran Islam perlu disajikan dalam bentuk narasi visual yang mudah diakses oleh berbagai kalangan masyarakat melalui media sosial.

“Pelatihan ini bertujuan agar masyarakat Islam mampu memahami ajaran agama melalui media massa yang ada saat ini,” katanya.

KH Arsidik Asuru berharap Ormas Islam dan Mahasiswa yang mengikuti pelatihan ini, dapat mengunakan media sosial yang Islami dan bijak.

Tinggalkan Balasan