
Kolaka, MUIKolaka – Komisi Pemberdayaan Ekonomi Umat Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Kolaka menggelar Workshop Santri Preneurship sebagai upaya meningkatkan literasi ekonomi dan memperkuat kemandirian santri, Sabtu (20/12/2025). Kegiatan ini berlangsung di Aula Kantor Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kolaka dan diikuti puluhan santri dari berbagai pondok pesantren.
Ketua panitia yang juga Ketua Komisi Pemberdayaan Ekonomi Umat MUI Kolaka, Nur Syamsul, mengatakan workshop ini berangkat dari pemikiran pentingnya membekali santri dengan kemampuan berwirausaha setelah menyelesaikan pendidikan di pondok pesantren.
“Ketika santri tamat mondok, mereka harus memiliki bekal untuk menghasilkan pendapatan sendiri, baik saat melanjutkan kuliah maupun memasuki dunia kerja. Melalui workshop ini, kami mendorong santri agar mampu berwirausaha,” ujar Nur Syamsul yang juga menjabat Ketua BAZNAS Kabupaten Kolaka.
Ia berharap, 50 peserta santri kelas XII yang mengikuti kegiatan tersebut dapat mengaplikasikan ilmu yang diperoleh dan tumbuh menjadi pengusaha muda, terlebih mereka mendapatkan pembekalan langsung dari Direktur Wiztren Sulawesi Tenggara.
Ketua Forum Komunikasi Pondok Pesantren (Ponpes) Kabupaten Kolaka, KH Alamsyah, berharap kegiatan serupa dapat dilaksanakan secara berkelanjutan dengan jumlah peserta yang lebih banyak. Menurutnya, penguatan jiwa kewirausahaan santri sangat penting sebagai bekal masa depan.
“Menumbuhkan jiwa wirausaha bagi santri itu penting agar setelah selesai mondok mereka sudah memiliki modal berpikir dan keterampilan, apalagi banyak potensi usaha yang bisa dikembangkan,” ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Kementerian Agama Kabupaten Kolaka yang diwakili oleh Kasi Zakat dan Wakaf, Nur Asia, memberikan apresiasi atas inisiatif MUI Kolaka. Ia menilai kegiatan tersebut memberikan edukasi dan motivasi kepada santri agar mampu menghadapi tantangan masa depan.
“Santri tidak hanya dituntut ahli di bidang agama, tetapi juga memiliki kemampuan berbisnis. Apalagi Kolaka memiliki banyak potensi ekonomi yang menjanjikan,” katanya.
Ketua Dewan Pimpinan MUI Kabupaten Kolaka, KH Muhammad Duana Said, saat membuka kegiatan menegaskan bahwa workshop Santri Preneurship diharapkan mampu melahirkan pengusaha-pengusaha muda dari kalangan santri. Ia menyinggung masih rendahnya jumlah pengusaha di Indonesia, termasuk di Kabupaten Kolaka.
“Menjadi pengusaha adalah sunnah Rasulullah. Santri jangan takut gagal, karena kegagalan adalah bagian dari proses. Pintu rezeki justru terbuka luas ketika kita berani menjadi pengusaha,” tegasnya.
Ia berharap para santri memiliki keberanian untuk berwirausaha dan berperan aktif dalam memperkuat ekonomi umat di daerah. Workshop ini dinilai menjadi langkah strategis MUI Kolaka dalam mencetak santri yang mandiri secara ekonomi dan berdaya saing di masa depan. (*)










