Keutamaan Shadaqah

Dakwah18 views
banner 950x250

oleh : Syaifuddin Mustaming

Wakil Ketua Umum Dewan Pimpinan Majelis Ulama Indonesia Kabupaten Kolaka

Shadaqah adalah amaliah yang sepatutnya kita lakukan dalam setiap keadaan yang memungkinkan, sebab shadaqah yang meliputi zakat dan infaq merupakan keutuhan yang tak terpisahkan dari ibadah shalat dan puasa kita. Terlebih pada bulan suci Ramadhan ini, shadaqah dan setiap ibadah akan dilipatgandakan hikmah dan keberkahan pahalanya di sisi ALLÁH SWT.

Shadaqah secara istilah mencakup zakat dan infaq, sekalipun dalam pendekatan ilmu Fiqih; shadaqah merupakan bantuan yang kita berikan kepada orang yang membutuhkan, utamanya fakir dan miskin, demi mengharap ridha ALLÁH SWT. Siapapun yang bershadaqah dengan penuh ikhlas dan semata-mata mengharapkan ridha ALLÁH SWT akan memperoleh pahala yang berlipat ganda.

ALLÁH SWT berfirman : “Perumpamaan orang-orang yang membelanjakan hartanya di jalan ALLÁH, bagaikan sebutir benih yang menumbuhkan Tujuh tangkai, dan setiap tangkainya terdapat Seratus biji. ALLÁH melipatgandakan pahala bagi orang-orang yang dikehendaki-Nya. Dan ALLÁH Maha Luas Karunia-Nya lagi Maha Mengetahui”. (QS. al Baqarah; 261)

Keutamaan shadaqah dapat dijelaskan sebagai berikut :

Pertama; Shadaqah dapat menghapus dosa-dosa.

Dalam suatu kesempatan ketika bersama-sama dengan para sahabat, Rasulullah SAW

bersabda: “Apakah kalian ingin aku tunjukkan pintu-pintu kebajikan? Salah seorang menjawab; ‘benar ya Rasulullah’.

Nabi bersabda; ‘Puasa itu adalah perisai dan shadaqah itu menghapus kesalahan

sebagaimana air mematikan api”. (HR.Tirmidzi).

Kedua; Shadaqah mencegah bencana.

Diriwayatkan oleh Raafi’ bin Khudajj, Nabi SAW bersabda : “Shadaqah itu menutup Tujuh Puluh pintu kejelekan (bala’)”. (al Hadits)

Ketiga; Shadaqah menambah keberkahan usia dan menghindarkan dari kematian jelek.

Sebagaimana Hadits Rasulullah SAW yang diriwayatkan oleh Amru bin Auf, bahwa: “Sesungguhnya shadaqah seorang muslim akan menambah umurnya dan menghindarkan ia dari kematian yang jelek (Suul Khaatimah), dan dengan shadaqahnya itu akan menghilangkan pada diri mereka sifat sombong, fakir dan perasaan bangga”. (al Hadits)

Keempat; Shadaqah itu menghilangkan panasnya kubur, sebagaimana hadits Rasulullah SAW, bahwa: “Sesungguhnya shadaqah pasti akan memadamkan panasnya kubur. Dan sesungguhnya nanti di hari kiamat orang mu’min akan bernaung di bawah shadaqahnya”. (al Hadits)

Kelima; Shadaqah akan melindungi kita dari siksa api neraka.

Dalam sebuah hadits yang sanadnya diriwayatkan oleh Adiy bin Hatim, Rasulullah SAW bersabda:

“Hendaklah kamu menghindari api neraka, walaupun bershadaqah dengan sepotong kurma”. (al Hadits)

Hadits di atas seolah-olah Nabi Muhammad SAW mengisyaratkan bahwa: buatlah hijab atau dinding antara kamu dengan api neraka dengan cara bershadaqah.

Semoga ALLÁH SWT senantiasa Melimpahkan petunjuk dan Lindungan-Nya kepada kita semua dalam melaksanakan seluruh aktifitas penghambaan kepada-Nya, Ámín, YÁ RABBAL ‘ÁLAMIIN

Tinggalkan Balasan