
JAKARTA,MUIKolaka— Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Anwar Iskandar meminta pelaksanaan Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) I untuk mendukung pemerintah memberantas korupsi.
Namun, Kiai Anwar mengingatkan, dukungan ini akan membuat MUI banyak musuhnya. “Saatnya kita mengeluarkan rekomendasi, akhir rapat ini harus ada untuk mendukung program pemerintah yang jelas pro rakyat, nahi mungkar memberantas korupsi, tetapi harus diingat mulai zaman Rasulullah SAW setiap menegakkan kebenaran pasti ada musuhnya,” kata Kiai Anwar.
Hal ini disampaikan Kiai Anwar dalam Mukernas I MUI 2025-2030 di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta Pusat, Kamis (12/2/2026). Kiai Anwar menilai Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang menjadi ikhtiar memberantas korupsi membuat tersangkanya merasa dendam.
“Pasti ada musuhnya, jangan dikira orang yang ketangkap OTT tidak dendam. Jangan dikira sumber ekonomi mapan itu ditarik dan diberikan ke rakyat, pasti marah,” sambungnya.
Kiai Anwar menegaskan posisi MUI senantiasa mendukung penguasa baik. Jika tidak baik, MUI akan memberikan nasihat. Menurutnya nasihat sangat penting dilakukan apabila pemerintah tidak baik.
“Kalau gak baik kita nasehati. Bukan caci maki, bukan olok-olok, karena agama itu nasihat. Kalau salah kita nasehati, bukan caci maki, apalagi dituding banyak orang buat malu,” sambungnya.
Kiai Anwar menegaskan, caci maki, olok-olok dan tudingan bukan akhlak dari MUI untuk melakukan itu. Kiai Anwar menjelaskan MUI memiliki bidang dakwah yang memiliki tugas untuk menyampaikan akhlakul karimah.
Dia berharap agar seluruh kegiatan dan aktivitas berbangsa dan bernegara dilandasi nilai moral dan akhlak. Begitu juga oleh pemimpin negara di eksekutif, yudikatif, legislatif, maupun lainnya dilandasi nilai-nilai moral.
“Karena kita bangsa Ketuhanan yang Maha Esa. Apabila tidak ada nilai moralnya, tidak bermuara menjadi moralitas dan akhlak, ibarat jasad tanpa nyawa,” kata Kiai Anwar (disadur dari MUIDigital)

