
Proses monitoring mencakup dialog kinerja dengan pengurus MUI Baubau, penilaian pada aspek kelembagaan dan administrasi, ketersediaan arsip organisasi, hingga perencanaan serta evaluasi program kerja.
Rektor Universitas Muhammadiyah Kendari ini juga menekankan pentingnya kemitraan strategis dengan pemerintah daerah, serta kemampuan organisasi dalam membaca potensi, kelemahan, dan inovasi.
“MUI Baubau memiliki potensi untuk berkembang pesat jika terus memperkuat kolaborasi dan konsistensi program. Kami melihat pengelolaan sekretariat yang semakin baik, kinerja pengurus yang efektif, serta program kerja yang terukur,” kata Prof. Nurdin.
Hal sama disampaikan Anggota Tim Monitoring lainnya, yakni Dr. H. Muhammad Hasdin Has, Lc., M.Th.I., bahwa kegiatan monitoring merupakan agenda rutin untuk melihat perkembangan MUI di tingkat kabupaten/kota.
“Monitoring ini bertujuan menilai kemajuan organisasi. Selain Baubau, kami juga akan mengunjungi MUI Buton, Buton Selatan, Buton Tengah, dan Wakatobi,” katanya.
Sementara Ketua MUI Kota Baubau, KH. Abdul Rasyid Sabirin, Lc., M.A., mengungkapkan bahwa sekretariat MUI Baubau yang saat ini digunakan telah memasuki tahun kedua, setelah pada periode kepengurusan sebelumnya MUI Baubau menempati gedung milik Kementerian Agama Kabupaten Buton.
“Pada periode kedua kepengurusan 2024–2029, kami menyusun struktur pengurus seefektif mungkin agar roda organisasi berjalan optimal, termasuk dalam pengelolaan anggaran tahun 2025,” katanya.

