
KOLAKA, MUIKolaka – Ketua DP Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Kolaka, KH. Muhammad Duwana Said,SAg,MA menyampaikan dua pesan di penghujung tahun 2025, serangkaian acara dzikir, doa bersama dan tausiyah dalam rangka pisah sambut tahun 2025 – 2026, Rabu (31/12/2025) di gedung islamic centre Kolaka.
“Merefleksi atau merenungkan kembali apa yang sudah terjadi atau dilakukan pada pergantian tahun, ada dua hal yang harus ditanamkan,” kata KH Muhammad Duwana Said.
Pertama seberapa besar Rahmat dan karunia Allah yang telah dicurahkan. Cerdas dan secanggih apapun alat, tidak bisa menghitung berapa besar nikmat Allah yang telah dinikmati, sudah berapa banyak waktu yang dilalui, oksigen yang dihirup siang malam, serta berapa banyak kesempatan yang diberikan yang tidak diberikan pada orang yang dibatasi karunia-Nya.
“Hanya karena Rahmat, petunjuk dan Ridho-Nya kita sampai pada titik ini. Kalau ada kurang itu hanya persepsi dan karena kita mengukur diri dengan orang lain,” kata Pimpinan Ponpes Tahfidzul Qur’an Baiturrahim Kolaka ini.
Menurut Rois Syuriah PC Nahdatul Ulama Kolaka ini, manusia kadang tidak pernah berpikir bahwa apa yang didapat tahun 2025 ini karena karunia Allah. Terkadang nikmat hanya dilihat dari segi materi dan uang, pada hal nikmat yang paling besar yang diberikan Allah adalah nikmat kesehatan dan kesempatan.
Kedua sarana muhasabah, mengevaluasi ibadah selama ini, shalat fardhu dan Sunnah dan melihat apa yang perlu diperbaiki, sementara ajal senantiasa mengintai. Jika umur manusia merujuk pada Rasulullah itu hanya 63 tahun. Karena itu, momentum akhir tahun 2025 hendaknya dijadikan tempat muhasabah untuk memperbaiki ibadah dan memakmurkan masjid tahun 2026 nanti.
Kyai Duwana Said juga menyampaikan petua yang mengatakan, di dunia ini hendaknya menjadi seperti buah kelapa dan jangan menjadi seperti buah keladi. Kelapa sejak tumbuh bersahabat dengan tumbuhan lainnya, begitupun ketika besar dia tumbuh tegak lurus yang berarti menegakkan kebenaran. Apa yang ada pada kelapa semua bermanfaat, sementara buah keladi cepat berbuah tapi tanpa meninggalkan bekas.
“Sejatinya hidup di dunia bercermin dengan buah kelapa. Berorientasi pada akhirat bukan dunia. Dunia akan ditinggalkan dan nantinya hanya akan meninggalkan cerita bagi orang yang hidup,” katanya.
Diakhir tausiyahnya, K.H. Muhammad Duwana Said menyampaikan hadis qudsi yang artinya “Barangsiapa yang tidak bersabar atas cobaan-Ku, tidak bersyukur atas segala nikmat-Ku serta tidak rela terhadap keputusan-Ku, maka hendaklah ia keluar dari kolong langit dan cari Tuhan selain Aku”.
Sementara Bupati Kolaka, H. Amri Djamaluddin, SSTP, MSi mengatakan, malam penghujung tahun bukan sekedar pergantian kalender dan tahun, tapi momentum merefleksi dan mengevaluasi diri. Pemda memaknai ini sebagai tempat evaluasi, dimana dalam visi misi Beramal menetapkan urusan agama dan budaya sebagai poin pertama.
“Agama adalah kompas dan budaya merupakan jati diri masyarakat wonua Mekongga. Ini merupakan pondasi utama dalam membangun daerah yang tercinta,” katanya.
Bupati juga menghimbau masyarakat untuk menyambut tahun 2026 dalam keadaan kesederhanaan, tanpa eporiah yang berlebihan, disaat saudara kita di Sumatera dan Aceh dalam suasana duka mendalam akibat bencana yang melanda.
“Tentu tidak etis dan tidak sejalan dengan nilai-nilai kemanusiaan, gotong royong, serta jika ukhuwah dan persaudaraan, disaat saudara sebangsa kita sedang berjuang di pengungsian untuk mendapatkan makanan, pakaian dan obat-obatan demi bertahan hidup, kita justru mempertontonkan kemeriahan dan hura-hura yang berlebihan,” tegasnya.
Bupati juga menyampaikan bahwa moment ini menjadi sarana evaluasi perjalanannya menjelang 10 bulan dirinya diberi amanah memimpin Kabupaten Kolaka, semua program dan kebijakan termasuk kartu beramal jika dalam perjalanan ada kekurangan, akan diperbaiki.
“Kawal kami sebagai anak, saya dan wakil Bupati adalah anak, saudara dan kawan dalam menjalankan amanah pemerintah di Wonua Mekongga Kolaka,” kata Amri Djamaluddin.
Pada doa dan dzikir yang dipimpin Ustadz Herman Dondeng,S.HI,M.HI kerjasama Pemda Kolaka, Kemenag dan BKMT, dihadiri Wakil Bupati Kolaka H. Husmaluddin, Pimpinan DPRD Kolaka, Forkopimda, Kakan Kemenag Kolaka, Ketua TP PKK Kolaka Hj. Andi Rizka Kusuma Wardani,SE, Sekda Kolaka Akbar,S.Sos,MM, Hj. Andi Wahidah,SPd,MM, Kepala SKPD lingkup Pemda Kolaka, tokoh agama dan masyarakat.

